Berita Detail




KAN Siap Tingkatkan Layanan Akreditasi

Komite Akreditasi Nasional (KAN) terus memberikan kontribusi nyata terhadap program pemerintah. Setelah sebelumnya memiliki 12 skema akreditasi yang diakui internasional, kini KAN memiliki tambahan 1 skema akreditasi yang juga diakui internasional, yakni skema akreditasi untuk Lembaga Validasi/Verifikasi Gas Rumah Kaca (ISO 14065). Skema terbaru ini diyakini dapat membantu pemerintah terkait program pelestarian lingkungan.


Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku Ketua KAN, Kukuh S. Achmad menilai, skema akreditasi untuk Lembaga Validasi/Verifikasi Gas Rumah Kaca cukup istimewa. Pasalnya, salah satu indikator capaian Presiden dapat dilihat dari penurunan gas rumah kaca. “Artinya, apa yang kita lakukan di Komite Akreditasi Nasional, secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi terhadap pencapaian kinerja Presiden. Mudah-mudahan apa yang sudah kita capai dapat memberikan sumbangsih kepada regulator di bidang gas rumah kaca, dalam hal ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tutur Kukuh saat membuka Rapat KAN Council secara daring, Rabu (25/8/2021).


Sementara itu, Deputi Akreditasi BSN selaku Sekretaris Jenderal KAN, Donny Purnomo menyatakan bahwa proses akreditasi sudah beradaptasi dengan kebiasaan baru. “Pada satu setengah tahun lebih pandemi ini, proses-proses yang dilakukan oleh kedeputian akreditasi BSN dan dieksekusi oleh asesor melalui remote assessment / virtual assessment sepertinya sudah menjadi new normal, semakin lama semakin terbiasa untuk memproses kegiatan assessment secara virtual. Pembahasan dalam rapat panitia teknis juga secara virtual, metodologi assessment secara virtual juga semakin lama dapat diperbaiki,” paparnya.


Untuk memaksimalkan layanan akreditasi, pada 18 Agustus 2021 KAN telah meresmikan layanan digital KANIA, suatu sistem layanan digital dengan memanfaatkan artificial intelligent (AI) untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. KANIA disematkan dalam platform yang populer di masyarakat – seperti Whatsapp, Facebook Messenger, line, dan telegram – yang dapat diakses 24 jam 7 hari seminggu, dimanapun dan kapanpun dapat mengakses informasi. “Mudah-mudahan layanan digital KANIA dapat memudahkan lembaga penilaian kesesuaian dalam menghubungi sekretariat KAN,” harap Donny.


Dalam rapat kali ini, KAN Council memberikan keputusan akreditasi terhadap 46 pengajuan akreditasi, yang terdiri atas 8 Laboratorium Kalibrasi, 26 Laboratorium Pengujian, 3 Lembaga Inspeksi, 3 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, 1 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, 1 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium, 1 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi, 1 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan, 1 Lembaga Sertifikasi Produk, dan 1 Penyelenggara Uji Profisiensi. “13 dokumen yang diunggah secara manual serta 33 dokumen yang diunggah melalui KANMIS,” terang Donny.


Donny juga berharap, kedeputian akreditasi BSN dapat segera meresmikan layanan new KANMIS, yaitu KANMIS versi 02, dengan harapan proses-proses yang kini menjadi normal di masa pandemi dapat dipastikan kontinuitas dari validitas output yang diberikan. “Artinya, ada jaminan bahwa kualitas layanan akreditasi selama pandemi harus sama, atau bahkan lebih baik dari layanan akreditasi sebelumnya,” tutur Donny. (ald-Humas)